“Work hard is not enough, work smart is much better.” Seperti itulah pernyataan yang mungkin pernah kita dengar dengan tujuan memotivasi orang agar meningkatkan produktivitasnya dalam bekerja. Untuk melengkapi kerja keras dan kerja cerdas, maka perlu ditambah satu unsur lagi, yaitu kerja ikhlas. Sinergi antara kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas akan menghasilkan output yaitu kesejahteraan. Sejahtera di dunia dan sejahtera di akhirat.

Untuk menyegarkan kembali ingatan kita mengenai makna kerja, sekarang mari kita paparkan masing – masing pengertian dari kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas.

Kerja Keras

Kerja keras adalah bekerja dengan energi besar dalam waktu yang cukup lama. Agar kita bisa memberikan energi yang besar dalam bekerja, artinya kita harus fokus pada pekerjaan kita. Lalu bagaimana kita bisa bekerja keras? Kuncinya ialah kita harus memiliki motivasi tinggi.

Kerja Cerdas

Kerja cerdas adalah bekerja sebaik mungkin dengan output yang lebih besar untuk usaha yang sama. Atau output yang sama dengan usaha yang lebih sedikit. Bagaimana caranya? Kuncinya ialah dengan menggunakan apa yang disebut daya ungkit. Saya yakin, ketika sekolah di SMP kita sudah belajar tentang pengungkit pada pelajaran Fisika – Bab Pesawat Sederhana. Pengungkit adalah alat yang memungkinkan kita bisa menghasilkan kerja dengan usaha sekecil mungkin.

Contoh alat sederhana yang menggunakan daya ungkit adalah dongkrak mobil. Kita tidak akan mampu mengangkat dan menahan mobil hanya dengan tangan. Tetapi dengan bantuan dongkrak, kita menjadi mampu mengangkat dan menahan mobil tanpa energi besar. Pertanyaannya ialah apa “dongkrak” yang bisa digunakan untuk karier atau bisnis kita?

Kita perlu usaha untuk menemukan daya ungkit dalam karier dan bisnis. Berikut adalah usaha yang bisa kita lakukan:

  1. Belajar kepada orang lain, apa yang sudah terbukti berhasil yang pernah dilakukan oleh orang lain. Tidak perlu dari nol. Ikuti cara tersebut. Kita tidak akan membuang waktu belajar dari nol lagi.
  2. Carilah ide untuk meningkatkan kinerja atau hasil dari apa yang kita biasa atau sudah dilakukan.

Kerja Ikhlas

Kerja ikhlas artinya apapun pekerjaan yang kita lakukan dalam rangka mencari rizki halal sebaiknya kita niatkan semata-mata karena Tuhan dengan tujuan untuk menghidupi diri kita sendiri dan keluarga.

Kerja ikhlas memang tidak menjamin kenaikkan output. Tapi sebagai proses, bekerja ikhlas memberikan nilai tersendiri. Dengan bekerja secara ikhlas, maka ada nilai kepuasan batin (satisfaction) yang diperoleh, tidak hanya sekedar output. Ketika pekerjaan selesai, disertai dengan rasa ikhlas dalam melakukannya, maka ada kepuasan yang tidak berkaitan langsung dengan output yang diperoleh.

Sebaliknya, bekerja tidak ikhlas bisa menjadikan orang bermuka cemberut dalam menyelesaikan tugas. Pekerjaan memang selesai, output ada dan target pun bisa diperoleh. Tapi keberhasilan yang diperoleh bila bekerja tidak ikhlas bisa menyebabkan rasa jengkel dan capek. Merasa tertekan dan tidak puas meski target dan output kegiatannya terpenuhi.

Bekerja secara ikhlas perlu diniatkan dalam hati, tidak sekedar asal bekerja. Niat ikhlas inilah yang menyebabkan kerja tersebut bernilai. Orang yang bekerja dengan niat ikhlas karena Tuhan selain memperoleh kepuasan batin juga akan memetik hasilnya nanti di akhirat. Karena kerja ikhlas tergolong amal kebajikan yang berpahala. Jadi, pekerjaan itu tergantung pada niatnya dan setiap orang akan memperoleh apa yang dia niatkan.

____________

M. Hatta Adam (UUS PPIDN)

Artikel singkat ini ditulis karena terinspirasi oleh tema Outbond Training – UUS PPIDN di Lembang awal tahun 2010 yang lalu: Kerja Keras, Kerja Cerdas, Kerja Ikhlas untuk Sejahtera.

Pada tanggal 22-24 Juni 2010 saya ditugaskan ke Bogor untuk memverifikasi TKDN Mesin Peralatan Pengolah Kakao yang dibuat oleh CV Fadhel Teknik di Ciomas – Bogor.

Saya kembali ke Batam pada tanggal 3-6 Mei 2010 dalam rangka tugas kerja ke PT Aker Solutions.

Pulau Batam, 9-21 November 2009

Tugas kerja di PT Aker Solutions, Batu Ampar – Batam

Ahmed Bukhatir

“Uhibbuki misla maa anteee”

I love you the way you are.

“Uhibbuki kaifa ma kunteee”

I love you the way you were.

“Wa mahma kaana mahaa saara“

No matter what did or will happen.

“Anti habeebati anteee”

You are and will be My Darling.

“Zawjateee…”

My Wife…

“Anti habeebati anteee”

You are and will be My Darling.

“Uhibbuki misla maa anteee”

I love you the way you are.

“Uhibbuki kaifa ma kunteee”

I love you the way you were.

“Wa mahma kaana mahaa saaraa“

No matter what did or will happen.

“Anti habeebati anteee”

You are and will be My Darling.

“Zawjateee…”

My Wife…

“Anti habeebati anteee”

You are and will be My Darling.

“Halaali anti laa akhsyaa adulan…an numaqteee…”

You’re my rightful wife, I don’t fear sin…, I don’t care not about those who like to reproach and irritate me.

Laqad azina zamaanulana bi wuslim ghayri mumbatteee”

It is our destiny to be together eternally.

“Saqaytil hubba fi qalbi bi husnil fa a’li was-samti”

In my heart you instilled love with grace and good deeds.

“Yagheeb-us’-sa’adu innibti”

Happiness vanishes when you disappear.

“Wa yasful a’ysyu inji ti”

Life brightens when you’re there.

“Nahaari kaadihum hatta izaa ma a’ttulil baytee”

Hard is my day until you return home.

“Laqituki fanjala anni duna ya izaa tabassamteee”

Sadness disappears when you smile.

“Uhibbuki misla maa anteee”

I love you the way you are.

“Uhibbuki kaifa ma kunteee”

I love you the way you were.

“Wa mahma kaana mahmaa saaraa“

No matter what did or will happen.

“Antee habeebati anteee”

You are and will be My Darling.

“Zawjateee…”

My Wife…

“Antee habeebati anteee”

You are and will be My Darling.

“Tagiku bi al hayaatu izaa bi aa yauman tabarramti”

Life turns black when you’re upset.

“Fa assaa jaahidan hatta aw haqqi qaamaa tamannaytee”

So I work hard to make your wish come true.

“Anaaee anti fal tanay bi jifhil hubbi maa asytee”

You’re my happiness. May you be happy forever.

Fa ruhanaa qadi talafa ka mislil ardhi wa annabteee

Our souls are united like soil and plants.

“Wa amali wa yaa sakaanee wa yaa unsi wa mulhimateee”

You’re my hope, my peace, my good company and inspiration.

“Yatibul a’esyu mahmaa daaqatil ayyaamu intabteee”

Life is good, no matter how hard it is, when you’re fine.

“Wa amali wa yaa sakaanee wa yaa unsi wa mulhimateee”

You’re my hope, my peace, my good company and inspiration

“Yatibul a’esyu mahmaa daaqatil ayyaamu intabteee”

Life is good, no matter how hard it is, when you’re fine.

“Uhibbuki misla maa anteee”

I love you the way you are.

“Uhibbuki kaifa ma kunteee”

I love you the way you were.

“Wa mahma kaana maha saaraa“

No matter what did or will happen.

“Anti habeebati anteee”

You are and will be My Darling.

“Zawjateee…”

My Wife…

“Anti habeebati anteee”

You are and will be My Darling.

tangkuban perahu

Hari Sabtu, 2 Mei 2009, saya baru pertama kalinya ke Bandung. Itu pun karena ada keperluan, bukan sengaja untuk berlibur kesana. Ya, pada tanggal tersebut sahabat saya, kakak saya, Viek Prayoga Pratama melepas masa lajangnya dengan mempersunting saudari Sintia Ayu.

Untuk Viek, saya cuma bisa mendoakan “Barokallohu laka wabaroka ‘alayka wa jama’a baynakuma fi khoyr”. Selamat menempuh hidup baru dan segera diberi momongan.


Bagi kita yg terbiasa membaca Al-Quran atau mengulang (muraja’ah) hapalan dengan menggunakan mush-haf al-Quran cetakan versi Timur Tengah, maka akan kita temukan bahwa juz 2 ada di halaman 22, juz 3 di hlm 42, …, juz 30 di hlm 582. Kalau kita perhatikan, setiap halaman selalu diakhiri angka 2, dari sini kita dapat membuat suatu rumus untuk mengetahui letak halaman setiap juz dalam mush-haf:

nomor juz dikali 2 dikurang 2 kemudian hasilnya diikuti angka 2

Misalnya kita ingin buka juz 15 pada mush-haf:

15 x 2 – 2 = 28 diikuti angka 2 = 282

Dari rumus diatas dapat diketahui bahwa juz 15 ada di halaman 282 pada mush-haf.

Coba lagi achh….!

Juz 30:
30 x 2 – 2 = 58 diikuti angka 2 = 582

Rumus ini mempermudah kita yang ingin muraja’ah hapalan Al-Quran. Misalnya kita mau muraja’ah juz 2, maka tinggal memakai rumus di atas untuk menentukan letak halamannya. Jadi ga perlu pusing2 nyari halaman juz 2 dan seterusnya.

Penasaran mau coba……? Buktikan di QuranFlash aja.

Tapi ingat…. rumus ini hanya berlaku untuk mush-haf al-Quran cetakan versi Timur Tengah, tidak berlaku untuk cetakan versi Indonesia. Tetapi ada sebagian cetakan mush-haf terjemah Al-Quran versi Indonesia yang halamannya sama dengan versi Timur Tengah, seperti mush-haf terjemah terbitan Syaamil dan Diponegoro. Saya baru mengecek mush-haf dari 2 penerbit tersebut, yang lain belum saya lihat.

Semoga info ini bermanfaat.

Artikel ini di-translate ke English di SINI

Silahkan download di SINI

PETUNJUK

1. Buka mush-haf al-Quran cetakan Timur Tengah sesuai halaman tersebut.

2. Pahami keterangan cara membacanya.

3. Baca ayat dari awal dengan benar dan teliti.

4. Untuk mengetahui cara membaca yang benar harus talaqqi dengan orang yang ahli/ustadz.

5. Silahkan print daftar ghara-ibul qira-ah kemudian lipat dan selipkan di mush-haf Anda, sewaktu-waktu Anda membaca al-Quran dan mengalami kesulitan dalam membaca, tinggal buka saja daftar tersebut.

Semoga apa yg saya susun tersebut bermanfaat bagi diri saya dan kaum muslimin.

al-Huruuf al-Muqaththa‘ah (huruf-huruf terputus) adalah separuh huruf hija-iyah yang menjadi pembukaan beberapa surat dalam al-Quran, seperti (الم) (كهيعص) (طه) dan lain sebagainya. Di dalamnya terdapat isyarat kemukjizatan al-Quran. Orang-orang musyrik Arab telah ditantang dengannya, namun mereka tidak sanggup menandingi, padahal ia tersusun dari huruf-huruf yang membentuk bahasa mereka sendiri.

al-Huruuf al-Muqaththa‘ah dibaca menurut nama asal dari masing-masing hurufnya. Huruf-huruf ini terbagi menjadi 3 kelompok:

Latihan membaca al-Huruuf al-Muqaththa‘ah:

Cara membaca:

 

1. Alif Laaaaaammm Miiiiiim


2. Alif Laaaaaammm Miiiiiim Shooooood-de (memantul)


3. Alif Laaaaaam Roo


4. Alif Laaaaaammm Miiiiiim Roo


5. Kaaaaaaf Haa Yaa ‘Aiiiiiinnn Shooooood-de (memantul)


6. ‘Aiiiiiinnn Siiiiiinnn Qoooooof


7. Thoo Siiiiiin


8. Thoo Siiiiiimmm Miiiiiim


9. Thoo Haa


10. Haa Miiiiiim


11. Yaa Siiiiiin


12. Shooooood-de (memantul)


13. Qoooooof

14. Nuuuuuun

 

Catatan: 

1. Perhatikan huruf yang digarisbawahi (berlaku hukum idgham dan ikhfa’)

2. Untuk bisa membaca dengan benar harus talaqqi dengan orang yang ahli atau ustadz.

 Sumber:

Panduan Tahsin Tilawah Lembaga Tahfizh al-Quran AL-HIKMAH

http://www.qurancomplex.com/quran/mostalhat.asp?TabID=1&SubItemID=8&l=ind#Mqth

 

Ghara-ibul qira-ah (bacaan-bacaan yang asing/nyeleneh -Jawa-) adalah ayat-ayat yang cara membacanya berbeda dengan kaidah pada umumnya. Orang yang membaca al-Quran sering tidak mengetahui, sehingga sering salah dalam membaca ayat tersebut. Oleh karena itu, agar para pembaca al-Quran terhindar dari kesalahan-kesalahan, maka mengetahui cara membaca ghara-ibul qira-ah sangatlah penting. Kesalahan para peserta yang mengikuti program tahsin pun ialah pada penguasaan materi ini.

Berikut ini saya sebutkan macam-macam ghara-ibul qira-ah secara umum dan selanjutnya saya akan sebutkan 100-an contoh bacaan ghara-ibul qira-ah, walaupun jumlah yang sebenarnya lebih dari itu. Insya Allah saya akan posting, tunggu saja.

1. Saktah
Berhenti sejenak tanpa bernapas, menurut riwayat Imam Hafsh dari Imam ‘Ashim bacaan saktah terdapat di 4 tempat:

  1. al-Kahfi (18): 1-2 ( ‘iwajaa-qoyyiman )
  2. Yaasiin (36): 52 ( mimmarqodinaa-haadzaa )
  3. al-Qiyamah (75): 27 ( man-rooq )
  4. al-Muthaffifin (83): 14 ( bal-roona ).

2. Isymam
Menampakkan dhommah yang terbuang dengan isyarat bibir monyong, terdapat di 1 tempat: Yusuf (12): 11 ( laa ta’ mannnaa ).

3. Imalah
Membaca fat-hah condong ke bunyi kasroh, terdapat di satu tempat: Huud (11): 41 ( majroohaa dibaca majreehaa).

4. Tas-hil
Membaca hamzah dengan suara yang ringan (hamzah pertama dibaca biasa, sedangkan hamzah kedua disuarakan samar antara hamzah dan alif), terdapat di 1 tempat: Fushshilat (41): 44 ( aa’ jamiyyun )

5. Naql
Memindahkan harakat kasrohnya hamzah ke huruf sebelumnya, terdapat di 1 tempat: al-Hujurat (49): 11 ( dibaca bi’sa lismu )

6. Nun wiqoyah
Nun kasroh yang harus dibaca ketika ada tanwin bertemu dengan hamzah washol (alif yang di atasnya ada huruf shod kecil). Di dalam mush-haf cetakan Indonesia dilengkapi dengan nun kecil, sedangkan di dalam cetakan Timur Tengah tidak diberi tanda. Contoh dalam surat al-Humazah (104): 1 (lumazatin menjadi lumazatini jika dibaca washol ke ayat berikutnya)

7. Shifr (tanda bulat)
Apabila ada tanda bulat terdapat di atas huruf alif, ya, atau wawu, maka huruf tersebut tidak berfungsi dalam segi bacaan (adanya huruf tersebut sama dengan tidak adanya).

PERHATIAN
Mengetahui cara membaca dengan benar lebih penting daripada sekedar mengetahui istilah-istilahnya. Untuk mengetahui cara membaca yang benar harus talaqqi dengan orang yang ahli/ustadz.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.